silakan, ambil semua...
Kenapa...kepana kita bertanya dan meminta jawaban, tetapi begitu menemukannya, kita terus berlari...kenapa setiap lepas dari kebersamaan kita, aku merasa tiba-tiba tercerabut dari akarku? Apakah karena aku mengukur semuanya dari apa yang kita capai bersama setiap harinya? Jika tidak ada orang-orang itu, siapa aku? Jika tidak berkuliah, bekerja, atau tidur, atau berpesta, atau mandi, atau melamun, atau sadar, siapa aku?
Kenapa terkadang hal-hal lucu terjadi...rasa sakit, pernah merasa sakit? Pernah merasa menyakiti seseorang dan merasa kosong? Setiap kali merasa menyakiti seseorang, aku merasa kosong, merasa berlari, atau meluncur dengan sepatu roda di jalan tol, apakah kita lahir untuk menyakiti, mengecewakan orang-orang? Kenapa selalu ada orang yang patah hati untuk setiap kebahagiaan?
Aku marah, aku ingin marah, selalu ingin marah, tapi tidak bisa bukan? Tidak boleh bukan? Harus mengendalikan diri bukan?
Apakah abuse itu? Apakah sakit itu? Apakah semuanya hanya persepsi? Aku sakit, aku sakit, tolong akui itu, bukankah semua orang begitu? Ingin diakui, diterima rasa sakitnya? Ketika kita bertahan dengan sudut pandang kita sendiri dan menutup hati terhadap penderitaan orang lain, bukankah manusia seperti itu, manusia lahir untuk menyakiti, bukan? Sebuah faktisitas bukan? Karena manusia menyakiti manusia, maka manusia lahir untuk disakiti, bukan? Untuk patah hati bukan? Untuk bertahan dan tidak mempercayai hidup bukan?, hidup adalah untuk diperjuangkan, dijalani dengan sebaik-baiknya, bukan untuk dipercaya, bukan untuk dicintai,
ya kan? Capek, pernah merasa capek, pernah merasa kosong, pernah merasa ingin memberikan segalanya kepada semua orang, memberikan apa yang mereka inginkan, apapun yang dapat membuat mereka senang, puas, memberikan tubuh dan seluruhnya untuk mereka manfaatkan, untuk mereka nikmati, pernah? Aku menjalaninya setiap hari, di tengah perasaan terpojok, ingin balik menyerang, tapi yang aku katakan adalah, 'silakan ambil apapun yang kau mau, silakan lakukan apapun yang kau suka, silakan' dan aku akan pergi meninggalkan berjuta-juta aku untuk berjuta-juta orang yang menginginkan aku (aku, tubuhku, dan roh seperti yang mereka inginkan). Aku hanya ingin pergi menjadi gelombang elektromagnetik, pergi ke suatu tempat yang damai, melihat mereka semua tertawa-tawa dengan berjuta-juta aku itu, melihat semua orang puas dan senang, orgasmik...aku hanya ingin memberikannya dan pergi, maka aku tidak akan lagi menjadi aku dan kekosongan itu terobati...
entah apa....
entah apa..ketika menikmati waktu jeda di tengah-tengah sibuknya hari...sibuk, tapi kosong...terlepas dari semua makhluk dan ekspektasi-ekspektasi mereka...ah, kenapa pula disebut menikmati? toh yang ada hanya kekosongan, mungkin lepas dari kesadaran eksistensi badani, dan entah pikiran ini mengembara ke mana...ketika terlepas dari semua itu dan merasa kosong, kosong, tidak hampa, atau sama?, apa salah? apa itu berarti ada sesuatu yang salah dan harus diperbaiki? apakah sesuatu yang diperbaiki selalu salah? apa? u can't fix something that u dont know is broken....biar, biar rusak, biar kosong...apakah itu sebuah langkah berlari? apakah rangkaian kata ini hanya produk dari implus motorik?pernahkah merasa kosong, pernahkah merasa lepas? dari apa? dari kepenuhan apa? entah...abang,sebenarnya aku ingin makan siang bersama tadi, tapi tiba-tiba saja aku berbelok dan mengucapkan selamat tinggal, panas ya? aku kosong lagi,entah,setelah menangis, setelah tertawa, aku kosong lagi...
to my wanderer
hmmm...long time haven't been here, what a quiet lonely place...many things happened, things that are not to be told nor written. Everyone must have memories, musn't they? my memories always jumped to unconsciousness without me even noticing them. So much to do, so much to say, days are never merciful, nor does the time, they just pass very fast, by the blinking of the eye...very interesting, shocking things happened to me lately. One of the very grand themes is a debate on who should be hurt, and blamed, in a broken relationship, or almost a relationship...just need to spit it out, to hurt someone, to know that u hurt someone, especially someone you like, is hurt also. To know that u can't set everything right is a very malice feeling, at least for me. I would like to apologize, although i know it means virtually nothing, cause the damage has been done. I just want to say that i feel sorry for having done the things i did.I'm sorry for letting u light the candle, I'm sorry for telling u my feelings and then just go. I'm sorry for assuming that u will be okay after everything we've been through. I'm not regretting everything. I loved the moment i spent with u, loved every attention u gave, but especially, I feel privileged to know u, even just for a while, to know the deeper part of u, though I can't stay there. I apologize, from the very bottom of my heart where u once dwelled, and, if it weren't for u and me, would still stay.My wanderer, whereever u are now, if u happen to read this, know that I will keep the fairy inside.